GELIAT BISNIS MOBIL BEKAS SEMASA PANDEMI di JAWA BARAT

BANDUNG – Di masa Pendemi COVID-19 yang melanda Indonesia dari tahun 2020 lalu sampai saat ini, secara tidak langsung merubah perilaku masyarakat dalam bekerja dan berusaha, dengan rumitnya menyesuaikan diri di masa sulit ini. Tak jarang sektor usaha yang gulung tikar, penyetaraan situasi saat masa pandemi ternyata tidak dapat dihitung dalam simulasi sederhana, karena terlalu banyaknya faktor yang menjadi dasar sulitnya beradaptasi.

Usaha mobil bekas yang biasa kita jumpai di showroom atau pada beberapa platform pada e-Commerce di Indonesia mengalami kenaikan dari sisi konsumen yang menjual, namun berbanding terbalik dari sisi pembeli, pasalnya beberapa pihak pengusaha mobil bekas / showroom mobkas menyatakan “Banyak yang menawarkan kendaraan, namun sulit mencari konsumennya,” jadi banjirnya konsumen yang menjual kendaraan terutama di kelas LCGC karena banyaknya pengusaha rental dan Taksi online yang berhenti dari perhelatan nya sebagai penyedia layanan jasa transportasi publik yang berbasis online. Ungkap Pak Aziz yang menjadi salah satu pengusaha Mobil bekas di Jawa Barat melalui virtual Rabu (04/08/2021).

Dikutip dari berbagai sumber penjual dan sales yang ada di bidang penjualan mobil bekas di Jawa Barat, “Malah terjadi kenaikan di sisi penjualan mobil minibus dan premium,” ujar Syarief. Karena kebanyakan konsumen yang menunda untuk membeli mobil baru pada saat ini.

Mereka kebanyakan mengaku kehilangan momentum pada situasi bencana International (PANDEMI COVID 19). Seperti kehilangan momen besar penjualan di Hari besar IEDUL FITRI pada tahun 2020 sampai Hari besar IEDUL FITRI 2021 sebesar 30%, memang menjadi dilema bagi para pengusaha di tengah situasi yang sulit mereka harus berusaha ekstra agar bisa mempertahankan usahanya.

Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami penurunan di saat pandemi ini terjadi peningkatan pada penjualan kendaraan kelas LCGC di masyarakat, namun dari sisi pembelian yang cenderung menurun karena dengan adanya beberapa langkah pemerintah dalam PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegian Masyarakat) yang berlangsung hingga saat ini, membuat perilaku masyarakat yang cenderung berubah, dengan menabung dari pada berinvestasi terhadap kendaraan, maka beberapa pihak Showroom MOBKAS pun lebih mangambil jalur seleksi yang ketat terhadap barang yang akan dibelinya.

Harapan para pengusaha Showroom Mobil Bekas di Indonesia dan khususnya di Jawa barat, Agar Pandemi ini cepat berakhir dan seluruh masyarakat dapat melakukan aktivitas serta mobilitas yang normal seperti sebelumnya. Ucap Bapak H. Saefulloh Al Aziz, M.Si pemilik Showroom PURNAMA MOBIL yang bertempat di jalan Panyawungan No. 43, Cileunyi – Bandung.

Share this post

One thought on “GELIAT BISNIS MOBIL BEKAS SEMASA PANDEMI di JAWA BARAT

  • August 4, 2021 at 11:24 am
    Permalink

    Kunci bertahan nya usaha, dimasa pandemi, tetap berinovasi dan peka dalam setiap celah peluang bisnis..
    Karena yakin, disetiap kejadian bahkan yang luar biasa sekalipun, disana tetap ada secuil harapan yang belum terjamah, atau pun belum terbayang.
    Faktor kejelian,dan keberuntungan yang menjadikan kita tetap bertahan, atau bahkan maju..
    Sukses selalu http://www.orangdalam.com

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.